perayaan selama musim panas

奈津のカレンダー

(Dibuat untuk Memenuhi Tugas Nihon Jijou II)

 

 

 

OLEH

DWI ASIH

0902061004

IIA

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG D3

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

SINGARAJA

2010

 

 

Pendahuluan

Jepang merupakan Negara yang mempunyai empat musim yaitu musim semi (haru), musim panas (natsu), musim gugur (aki) dan musim dingin (fuyu). Sama halnya dengan Negara lain yang mempunyai empat musim, Jepang juga mengalami perubahan musim tiap periode tertentu. Yang membedakan adalah Jepang selalu mengadakan suatu perayaan atau festival yang identik dengan musim yang akan atau sedang berlangsung. Inilah yang menjadi ciri khas Jepang. Sama halnya dengan musim semi (haru), pada saat musim panas pun ada hari-hari tertentu yang menjadi simbol pelaksanaan suatu matsuri. Misalnya Nyuubai, Taue, Tanabata, Bon dan Doyou.

Pembahasan

1. Nyuubai

Nyuubai merupakan masuknya masa musim hujan yang terjadi di seluruh Jepang (kecuali Hokkaido dan Kepulauan Ogasawara). Momen ini biasanya berlangsung sekitar bulan Mei hingga Juli yang ditandai dengan meningkatnya curah hujan (biasa dikenal dengan istilah Tsuyu). Namun secara berangsur-angsur curah hujan akan kembali menurun dan biasanya menjadi jarang

sekali turun hujan (dikenal dengan istilah Karatsuyu). Jika Karatsuyu menjelang ini berarti merupakan suatu bencana bagi para petani yang mempunyai sawah, karena sawah-sawah mereka akan kekurangan air selama Karatsuyu berlangsung.

Musim hujan berawal ketika udara lembab di atas Samudra Pasifik bertemu dengan udara dingin yang berasal dari daratan China. Selanjutnya akan terbentuk badai yang disebut Depresi Frontal yang menyebabkan turunnya hujan. Massa udara hangat dan udara dingin sangat berpengaruh terhadap curah hujan yang turun. Massa udara baik dingin maupun panas yang terlalu besar atau terlalu akan menyebabkan bencana alam berupa banjir atau kekeringan.

2. Taue

Taue merupakan salah satu festival musim panas yang diadakan untuk menyambut datangnya musim menanam padi. Festival ini biasa diadakan tiap bulan Juni. Menanam padi merupakan pekerjaan yang penting karena padi nantinya akan menjadi makanan pokok. Penanaman padi biasanya dilakukan pada awal Juni hingga pertengahan Juni. Akhir-akhir ini penanaman padi di dekat kota besar jarang terlihat karena jumlah petani yang menanam padi jumlahnya makin berkurang.

3. Tanabata (七夕)

Tanabata merupakan salah satu festival yang diadakan pada musim panas. Tanabata lebih dikenal dengan istilah festival bintang. Biasanya di kota-kota besar di Jepang perayaan ini dilakukan secara besar-basaran. Salah satu perayaan Tanabata yang terkenal adalah yang diadakan di Sendai yaitu Sendai Tanabata.

Pada awalnya pelaksanaan festival Tanabata mengikuti kalender Lunisolar yang perhitungannya lebih lambat kira-kira satu bulan dari kalender Gregorian. Namun sejak kalender Gregorian mulai digunakan di Jepang, perayaan Tanabata mulai diadakan pada tanggal 8 Agustus (kalender Gregorian) atau sama dengan tanggal 7 Juli ( hari ke-7 bulan ke-7 pada kalender Lunisolar).

Tradisi Tanabata berasal dari Tiongkok dan mulai diperkenalkan di Jepang pada zaman Nara. Aksara kanji yang digunakan untuk menulis Tanabata adalah shichiseki (七夕)yang berarti malam ke-7. Ada juga yang menulis dengan kanji yang berbeda namun cara bacanya tetap Tanabata (棚機).

Berdasarkan salah satu kalender yang pernah digunakan di Jepang seperti kalender Tempo, Tanabata dirayakan sebelum perayaan Obon yaitu pada tanggal 7 Juli sedangkan sebagian upacara dilakukan di malam hari tanggal 6 Juli.

Berdasarkan tradisi Jepang Kuno, tanabata merupakan sinkretisme antara mendoakan arwah leluhur atas keberhasilan panen dan perayaan Qi Qiao Jie asal Tiongkok yang mendoakan kemahiran wanita dalam menenun. Pada awalnya Tanabata dan Obon merupakan perayaan yang dilakukan secara pada waktu yang hampir sama dan merupakan satu rangkaian perayaan, namun kemudian perayaannya dipisah. Hiasan yang digunakan dalam perayaan Tanabata adalah daun bamboo (sasa) yang dipercaya sebagai tempat tinggal arwah leluhur.

4. Obon (お盆)

Bon merupakan serangkaian upacara dan tradisi Jepang yang dilaksanakan sekitar tanggal 15 Juli (berdasar kalender Lunisolar). Tujuan dari upacara tersebut adalah untuk merayakan kedatangan arwah leluhur. Obon lebih dikenal sebagai upacara yang berhubungan dengan agama Buddha di Jepang, namun ada banyak tradisi dalam

perayaan Obon yang tidak bisa dijelaskan dengan ajaran agama Buddha. Obon yang sering dilakukan saat ini merupakan tradisi secara turun temurun masyarakat dan upacara agama Buddha yang sering dikenal dengan istilah Urabon.

Tradisi dan ritual yang berkaitan dengan Obon tidak selalu sama. Adanya perbedaan tersebut bergantung pada daerah dan aliran agama Buddha yang dianut. Di berbagai daerah di Jepang, khususnya di daerah Kansai juga dikenal perayaan Jizobon yang merupakan perayaan yang dilakukan seusai perayaan Obon.

5. Doyou

Doyou biasanya terjadi sekitar tanggal 20 Agustus. Doyou merupakan saat yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh dengan baik. Karena doyou berlangsung saat musim panas dan suhu panasnya pun sangat menyengat. Oleh karena itu pada saat doyou berlangsung ada suatu kebiasaan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Hal ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Karena biasanya pada saat itu orang-orang tidak terlalu bernafsu makan. Makanan yang biasa dikonsumsi adalah makanan yang bergizi seperti belut. Belut dipercaya dapat mencegah kekurusan, oleh karena itu belut menjadi menu makanan favorit selama Doyou. Setiap hari selama Doyou berlangsung, warung-warung yang menjual belut selalu ramai.

Penutup

  1. Nyuubai merupakan peristiwa masuknya musim hujan yang terjadi sekitar bulan Mei hingga Juli.
  2. Taue merupakan festival menanam padi di sawah yang dilakukan tiap awal hingga pertengahan Juni.
  3. Tanabata merupakan festival yang dikenal dengan festival bintang yang diadakan tiap tanggal 8 Agustus.
  4. Bon merupakan salah satu festival musim panas yang diadakan untuk merayakan kedatangan arwah leluhur.
  5. Doyou berlangsung sekitar tanggal 20 Agustus, pada saat ini dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi untuk mencegah kekurusan pada cuaca yang menyengat saat musim panas.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: