perayaan selama musim gugur

秋のカレンダー

(Dibuat untuk Memenuhi Tugas Nihon Jijou II)

 

 

OLEH

DWI ASIH

0902061004

II A

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG D3

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

SINGARAJA

2010

 

 

 

PENDAHULUAN

Jepang merupakan salah satu dari beberapa Negara yang memiliki empat musim. Namun diantara beberapa Negara tersebut hanya Jepang yang memiliki tradisi yang unik dan sangat menarik pada setiap adanya pergantian musim. Setiap pergantian musim selalu ada semacam perayaan (matsuri) yang berlangsung sejak awal hingga akhir musim. Saat salah satu dari empat musim yang ada di jepang berlangsung selalu saja ada hal-hal menarik untuk dinikmati dan diikuti. Salah satu musim yang akan saya bahas dalam makalah ini adalah musim gugur (aki). Pada musim ini juga ada beberapa festival atau perayaan, diantaranya Nihyaku tooka, Higan, Akimatsuri dan Shichi Go San.

PEMBAHASAN

1. Nihyaku Tooka (二百十日)

Nihyaku tooka merupakan masa setelah risshun (awal dimulainya musim semi). Nihyaku tooka yaitu hari ke-210 setelah risshun yang jatuh pada tanggal 1 atau 2 September.

Nihyaku tooka juga sering disebut musim angin topan karena pada saat ini ada banyak angin topan. Saat nihyaku tooka berlangsung orang-orang menjadi khawatir terutama para petani karena banyaknya angin topan mengancam pertumbuhan tanaman padi mereka.

Angin yang bertiup biasanya sangat keras dan besar sehingga seringkali menyebabkan kerusakan ladang dan sawah. Kerusakan ladang dan sawah tersebut tentunya berimbas pada hasil panen yang buruk. Selain itu topan ini juga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lain seperti kerusakan tanggul sehingga air meluap dan menggenangi desa dan kota.

2. Higan (彼岸)

Higan merupakan masa antara tiga hari dan tujuh hari pada shunbun no hi saat musim gugur. Dalam ajaran Buddha perayaan higan ini biasanya mengacu pada nirwana. Saat higan berlangsung biasanya ditetapkan sebagai hari libur resmi di Jepang. Hari libur ini biasanya dimanfaatkan untuk mengunjungi makam dan mendoakan nenek moyang atau leluhur.

Selama higan berlangsung kita bisa menikmati keindahan bunga Higanbana yang mekar tiap musim gugur. Higanbana adalah bunga yang indah biasanya berwarna putih atau merah darah namun tidak seperti bunga pada umumnya. Karena umbi dari bunga ini sangat beracun. Bunga ini tumbuh liar di pinggir jalan dan di dekat sawah.

3. Aki Matsuri (秋)

Dari bulan September-Oktober, setiap daerah di seluruh Jepang melaksanakan perayaan musim gugur. Perayaan ini dilaksanakan di kuil Shinto untuk berterimakasih pada dewa atas hasil panen pada musim gugur. Orang-orang merayakannya dengan mempersembahkan padi dan hasil bumi lainnya untuk kuil Shinto. Di halaman kuil tersebut, mereka pun menari sambil membawa usungan. Tarian tersebut pun mereka persembahkan untuk para dewa. Sementara di dalam rumah, orang-orang membuat berbagai masakan lezat dan merayakan festival tersebut dengan makan bersama.

4. Shichi Go San

Shichi Go San merupakan salah satu festival yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berumur 7 tahun, 5 tahun dan 3 tahun, yaitu umur 3 tahun dan 5 tahun untuk anak laki-laki dan umur 3 tahun dan 7 tahun untuk anak perempuan. Tujuan dari diadakannya festival ini yaitu untuk merayakan kesehatan dan berdoa untuk keselamatan anak-anak. Saat perayaan ini anak-anak didandani dengan pakaian yang bagus kemudian dibawa ke kuil. Para orang tua mendoakan agar anaknya menjadi kuat jika anaknya laki-laki dan mendoakan agar anaknya menjadi cantik jika anaknya perempuan.

Festival ini biasanya diadakan tiap tanggal 15 November. Namun akhir-akhir ini perayaannya bisa dilakukan kapan saja asalkan masih berada pada bulan November. Karena pada perayaan bukan merupakan hari libur resmi sehingga pelaksanaannya pun tidak mutlak pada hari itu saja. Jadi jika orang tua tidak bekerja (libur) baru bisa mengantar anaknya untuk mengikuti festival Shichi Go San.

Pada saat ini anak-anak berziarah ke kuil Shinto untuk berterimakasih pada dewa karena sudah berumur 7, 5 dan 3 tahun. Umur 3 dan 5 tahun adalah batas umur bayi dan balita, sementara umur 7 tahun adalah batas umur anak dan remaja, yang dari sejak itu mereka harus dipersiapkan untuk menjadi orang dewasa. Pada saat perayaan ini para orang tua juga membelikan permen seribu tahun yang lebih dikenal dengan chitose ame. Dengan membelikan permen tersebut diharapkan anak-anak akan selalu sehat dan panjang umur.

Sejak zaman kuno, anak-anak yang berusia tiga tahun (baik laki-laki maupun perempuan) rambutnya dicukur dan harus menjalani upacara kamioki. Selain itu ada juga upacara hakama-gi yang merupakan ritual mengenakan hakama untuk pertama kalinya saat anak berusia lima tahun. Kemudian untuk anak perempuan yang berusia tujuh tahun ada semacam upacara yaitu obitoki. Obitoki merupakan ritual penggantian sabuk kimono kecil dengan obi yang lebih besar.

Awal mula penetapan tanggal diadakannya perayaan ini yaitu adanya anggapan bahwa tanggal 15 merupakan hari baik di zaman kuno, karena pada saat itu Shogun Tokugawa kelima, Tsunayoshi, melakukan upacara untuk anaknya Tokumatsu. Di daerah Kansai ada ritual yang mirip dengan Shichi Go San dan juga berhubungan dengan kematangan anak yang biasa disebut mairi juusan. Mairi juusan adalah kunjungan dan ibadah yang dilakukan oleh anak yang berusia tigabelas tahun ke sebuah kuil yang didedikasikan untuk Kokūzō Bodhisattva. Perayaan ini juga dilakukan oleh masyarakat kecil di desa-desa. Sejak zaman Taisho, perayaan ini telah menyebar ke seluruh Jepang dan dilakukan secara besar-besaran dan elegan. Di Tokyo, orang Jepang yang mengunjungi Meiji Jingu dan kuil-kuil terkenal lainnya.

Tradisi menjual permen seribu tahun atau chitose ame pertama kali dilakukan di Kanda Shrine dan di Asakusa selanjutnya terus menyebar ke tempat lain hingga akhirnya dilakukan di seluruh Jepang.

PENUTUP

1) Nihyaku tooka merupakan masa setelah risshun (awal dimulainya musim semi). Ini terjadi setelah hari ke-210 dihitung dari awal terjadinya musim semi yang jatuh pada tanggal 1 atau 2 September. Masa ini juga sering disebut musim angin topan karena ada banyak angin topan pada masa ini.

2) Higan merupakan masa antara tiga hari dan tujuh hari pada shunbun no hi saat musim gugur. Pada saat ini dimanfaatkan untuk berziarah ke makam dengan membawa bunga, kemenyan dan barang kesukaan almarhum.

3) Akimatsuri merupakan festival yang diadakan untuk berterima kasih kepada dewa atas panen yang telah diperoleh. Orang-orang mempersembahkan padi kepada dewa atau mempersembahkan di depan kuil.

4) Shichi Go San merupakan festival yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia 7 tahun, 5 tahun dan 3 tahun (untuk anak laki-laki yang berusia 3 tahun atau 5 tahun, sedangkan anak perempuan berusia 3 tahun dan tujuh tahun). Tujuan dari perayaan ini yaitu agar anak-anak menjadi kuat dan sehat bagi anak laki-laki dan menjadi cantik bagi anak perempuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: